Browse By

Dari Turki Turun ke Hati

Turki, tidak hanya terkenal karena sejarah peradaban Islam dan Dinasti Utsmani nya saja, namun negara ini juga menyimpan banyak kebudayaan menarik lainnya yang tentunya membuat semua orang ingin ingin berkunjung ke negara yang satu ini, baik yang hanya sekedar traveling ataupun untuk menuntut ilmu. Salah satunya adalah Ciptadi Akbar Ahdiyat, Mahasiswa Indonesia asal Ciamis dan kerap disapa Akbar ini memilih Turki sebagai negara tujuannya untuk menuntut ilmu. Ia mendapat beasiswa penuh Pemerintah Turki (Turkiye Burslari) dan diterima di Jurusan Hubungan Internasional di salah satu universitas terbaik di Turki, yaitu Universitas Ege  yang terletak di Kota Izmir, Turki. Melalui Youth Break The Boundaries ini Akbar ingin berbagi pengalamannya dan menginspirasi kaum muda agar mau kuliah di luar negeri. Menurutnya, tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, semua orang bisa kuliah di luar negeri asalkan yakin dan ada keinginan kuat untuk bisa kuliah di luar negeri. Setiap orang memiliki cinta dan bakat, maka dari itu kembangkanlah bakat dengan cinta itu. Tentunya setiap orang memiliki bakat uniknya masing-masing, maka dari itu kita harus percaya diri dan jadilah diri sendiri, karena untuk meraih kesuksesan kita tidak perlu menjadi orang lain. Percayalah, kita memiliki potensi dan bakat yang berbeda dari orang lain.

Kemudian, yang menjadi permasalahan lain ketika temen-temen ingin melanjutkan studi ke luar negeri adalah perizinan orang tua. Yap, tidak semua orang tua begitu saja mengizinkan anaknya untuk kuliah di luar negeri atau bahkan di luar kota sekalipun. Para orang tua tentunya merasa cemas dan berat ketika melepas anak mereka untuk kuliah di luar negeri, entah itu karena faktor jarak, adanya stereotip bahwa “kuliah di luar negeri itu mahal”, dan takut anaknya terpengaruh oleh budaya luar. Tentu itu adalah hal yang wajar bahwa orang tua merasa cemas pada anaknya, namun disisi lain para orang tua juga seharusnya memberikan kepercayaan kepada anaknya bahwa anaknya bisa menjaga diri ketika jauh dari orang tua mereka. Yang harus diingat nih, banyak banget manfaat kuliah di luar negeri, selain mendapat jaringan teman internasional, wawasan luas, juga dapat melatih kemandirian. Hal ini tentu dialami oleh Akbar sendiri. Pada awalnya Akbar mengakui bahwa ia adalah anak yang manja, namun dari keterpaksaan bahwa ia harus mencoba hidup mandiri dan jauh dari orang tua, akhirnya ia pun bisa membuang sifat manja nya itu. Di Turki, Akbar belajar untuk mengurus kehidupannya sendiri, dokumen, makan dan pekerjaan-pekerjaan rumah tangga seperti mencuci, masak, dan membereskan kamar. Kalau kita sudah bisa hidup mandiri, maka kita pun akan bisa lebih bijak dalam me-manage kehidupan kita.

Siapa yang tidak mau kuliah di Turki, negara yang terkenal akan julukan “Negeri Dua Benua” dan “Negeri Seribu Menara” ini tentunya memiliki sistem pendidikan yang berstandar Eropa, bahkan berstandar Internasional. Ditambah mba-mba dan mas-mas disana cantik-cantik dan tampan-tampan, membuat kita lebih termotivasi untuk kuliah di luar negeri bukan? Haha, ya tentu hal tersebut jangan dijadikan prioritas utama, hal terpenting yang harus ditanamkan temen-temen adalah menuntut ilmu.

Kalo ditanya tentang ciri khas Turki, tentu sebagian besar orang akan langsung bilang bahwa ciri khas dari negara ini adalah Masjid Sultan Ahmet dan Hagia Sofya yang terletak di Kota Istanbul. Tentu itu benar, namun ternyata masih banyak sekali tempat-tempat tujuan wisata menarik disana yang biasanya Akbar dan mahasiswa Indonesia lain kunjungi untuk mengisi kekosongan waktu atau hari libur kuliah. Kata Akbar salah satu wisata yang wajib dikunjungi saat ke Turki, terutama ke Kota Izmir adalah Saat Kulesi. Saat yang berarti jam dan Kulesi yang berarti Menara, jadi bisa diartikan Menara Jam. Saat Kulesi ini menjadi sebuah ikon dari Kota Izmir sendiri, dibangun pada tahun 1901 untuk memperingati perayaan ke-25 tahun seorang raja yang berkuasa pada saat itu, maka dari itu dibangunlah sebuah Menara jam. Saat Kulesi merupakan Menara jam paling tua di Turki yang tepatnya terletak di Konak Square. Selain Saat Kulesi, di Konak Square juga terdapat Yali Cami atau Masjid Yali dan merupakan salah satu masjid tertua di Turki. Meskipun masjid ini tidak terlalu besar, namun arsitektur masjid ini sangat unik.

Saat Kulesi, Izmir (Source Image : wikipedia)

Ephesus? Pernah denger tempat ini? Okay, jadi Ephesus ini merupakan salah satu tempat paling bersejarah di Turki, yang lokasinya di Izmir juga. Bangunan-bangunan seperti bekas colosseum ini dapat kita temukan di Ephesus, Izmir. Dulunya, Ephesus ini merupakan kota terbesar ketiga pada masa Romawi Timur dan sampai sekarang baru ditemukan kisaran kurang dari 50 persen.

Akbar mengunjungi Ephesus, Izmir

Negara baru, lingkungan baru, teman baru, tentunya tidak mudah bagi Akbar dalam menyesuaikan diri di Turki. Pada bulan pertama di Turki ia mengalami culture shock, tidak semua yang ia bayangkan tentang Turki sama seperti yang dibayangkannya. Budaya yang bebas seperti Eropa ternyata juga menjadi hal biasa di Turki. Selain itu, makanan disana pun berbeda dengan makanan di Indonesia, jadi Akbar mengantisipasinya dengan membawa saus dan sambal kemana-mana sebagi perasa makanan. Tidak banyak orang Turki yang berbicara bahasa Inggris juga membuat Akbar kesulitan dalam berkomunikasi dengan orang sekitar, seperti hanya sekedar membeli makanan, maka dari itu Akbar bersemangat untuk terus mempelajari bahasa Turki karena memang keharusan dan kebutuhan juga. Hal yang paling disukai Akbar dari Turki adalah orang Turki itu sendiri. Menurutnya, Orang Turki itu adalah orang yang ramah dan terbuka, bahkan mereka tidak segan membantu orang lain dimanapun.

Di Turki, Akbar mulai terbiasa menggunakan transportasi umum. Di Izmir sendiri ada 5 transportasi umum yang biasanya digunakan oleh pelajar, pekerja, dan orang-orang Turki disana, yaitu Bus Kota Izmir, Metro (kereta bawah tanah), tramvay (kereta kecil yang biasanya mengelilingi kota), Izban (kereta local Izmir), dan Vapur (kapal ferry). Tarif semua transportasi di Kota Izmir cukup terjangkau bagi pelajar dan mahasiswa yaitu 1,80 TL (4500 rupiah) dan untuk umum 3 TL (7600 rupiah). Untuk biaya hidup juga masih terbilang cukup terjangkau bagi pelajar, Akbar sendiri menghabiskan kurang lebih 10TL sampai 15TL dalam sehari (25 ribu rupiah sampai 38 ribu rupiah). Nah disamping itu, Akbar juga membagikan beberapa tips mencari pundi-pundi uang bagi mahasiswa Indonesia di luar negeri yaitu :

1.Bisnis

Banyak sekali mahasiswa Indonesia di luar negeri yang sudah memulai bisnis menjajikan, seperti bisnis kargo, makanan, dan yang baru-baru ini sedang hits adalah bisnis saffron. Dengan memiliki penghasilan sendiri tentunya akan menjadi pribadi yang lebih mandiri dan hidup di luar negeri tidak hanya sebatas makan, minum, belajar, bahkan bisa menghasilkan uang untuk menambah uang saku, jalan-jalan atauapun refreshing.

2. Kursus

Banyak orang-orang Turki yang ingin belajar Bahasa Inggris maupun Bahasa Indonesia. Bagi temen-temen yang mahir Bahasa Inggris atau senang mengajar Bahasa Indonesia, mungkin bisa dicoba membuka kursus bagi orang Turki.

3.Tourguide

Jadi Tourguide memang sangat enak, bisa jalan-jalan dan juga bisa menghasilkan uang. Apalagi untuk pelajar yang tinggal di kota-kota besar yang banyak tempat wisata, menjadi Tourguide adalah pekerjaan yang menjanjikan.

4. Kreativitas media

Kalo ini sih jangan ditanya lagi, kuliah di luar negeri merupakan kesempatan emas bagi mereka yang memang eksis di dunia media sosial. Banyak mahasiswa Indonesia yang mencoba menggali bakatnya dengan membuat konten video dan konten tulisan yang kemudian di unggah ke YouTube dan mengirim artikel-artikel ke koran, menulis buku, website, dan lain-lain. Pekerjaan yang satu ini tentu sangat enak, hanya modal eksis saja sudah dapat mendatangkan uang.

Nah itu dia cerita pengalaman Akbar di Turki, sangat menarik bukan? Dengan tulisan ini, kami berharap teman-teman semua termotivasi untuk terus mencapai cita-citanya dan termotivasi untuk kuliah di luar negeri. Semoga teman-teman semua bisa segera menyusul Akbar ke Turki ya ! Semangat!

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.