Seoul, South Korea — Korea Youth Summit (KYS) 2026 sukses diselenggarakan di Seoul, Korea Selatan, pada 7–10 September 2026. Program internasional yang di inisiasi Youth Break the Boundaries (YBB) ini mempertemukan pemuda dari berbagai negara dalam rangkaian kegiatan yang memadukan pertukaran budaya, pengalaman akademik, diskusi internasional, dan pengembangan kepemimpinan.
Selama empat hari, Korea Youth Summit 2026 memberikan kesempatan bagi para delegasi untuk memperluas wawasan global, membangun jejaring internasional, serta bertukar gagasan dengan pemuda dari berbagai latar belakang.
Baca juga: Pendaftaran Korea Youth Summit 2027 Resmi Dibuka!
Day 1 – Welcoming Delegates
Hari pertama Korea Youth Summit 2026 menjadi awal perjalanan para delegasi di Seoul. Rangkaian kegiatan difokuskan pada penyambutan peserta serta membangun koneksi antardelgasi dari berbagai negara.
Sesi welcoming menjadi momentum bagi para peserta untuk berkenalan, bertukar cerita, dan mempersiapkan diri mengikuti seluruh rangkaian kegiatan selama summit.
Selain menjadi pembuka program, hari pertama juga membantu menciptakan suasana kolaboratif yang menjadi salah satu nilai utama Korea Youth Summit 2026.
Day 2 – City Tour and University Visit
Memasuki hari kedua, para delegasi diajak mengenal Seoul lebih dekat melalui city tour dan university visit. Kegiatan ini memberikan pengalaman langsung mengenai kehidupan akademik, industri media, serta lingkungan sosial dan budaya Korea Selatan.
Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah Sejong University. Para delegasi mendapatkan kesempatan untuk mengenal lingkungan universitas dan melihat lebih dekat atmosfer pendidikan tinggi di Korea Selatan.
Perjalanan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke Korea Broadcasting System (KBS). Kunjungan ini memberikan pengalaman bagi peserta untuk mengenal salah satu institusi penyiaran Korea serta melihat perspektif industri media dalam konteks internasional.
Rangkaian city tour juga membawa para delegasi mengeksplorasi Hongdae dan Myeongdong. Kedua kawasan tersebut memberikan pengalaman berbeda mengenai kehidupan urban, budaya populer, dan aktivitas masyarakat di Seoul.
Melalui kegiatan ini, Korea Youth Summit 2026 menunjukkan bahwa pembelajaran tidak hanya berlangsung di ruang konferensi. Pengalaman langsung menjadi bagian penting dalam memahami budaya, masyarakat, dan lingkungan global.
Baca juga: CultureBridge AI Raih 1st Place Best Idea Innovation di Korea Youth Summit 2026
Day 3 – International Conference, Project Presentation, and Cultural Night
Hari ketiga menjadi salah satu agenda utama Korea Youth Summit 2026. Para delegasi mengikuti international conference sebagai ruang untuk memperluas perspektif dan membahas berbagai isu dari sudut pandang pemuda global.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan panel discussion. Sesi ini menjadi ruang pertukaran gagasan yang mendorong peserta untuk melihat berbagai persoalan melalui perspektif yang lebih luas.
Setelahnya, para delegasi mengikuti project presentation. Dalam sesi ini, peserta mempresentasikan gagasan dan proyek yang telah dipersiapkan sebagai bentuk kontribusi terhadap berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat.
Presentasi proyek menjadi bagian penting dalam Korea Youth Summit 2026 karena peserta tidak hanya dituntut untuk memiliki ide. Mereka juga belajar mengembangkan, menjelaskan, dan menyampaikan gagasan secara profesional di hadapan audiens internasional.
Hari ketiga ditutup dengan Cultural and Awarding Night, sebuah malam yang merayakan keberagaman budaya sekaligus memberikan apresiasi kepada para peserta.
Melalui cultural session, para delegasi memiliki kesempatan untuk mengenal budaya dan identitas dari negara masing-masing.
Sementara itu, awarding session menjadi bentuk apresiasi terhadap peserta yang menunjukkan kontribusi, kreativitas, kepemimpinan, dan performa terbaik selama Korea Youth Summit 2026.
Momen tersebut menjadi pengingat bahwa setiap delegasi membawa pengalaman, perspektif, dan kontribusi yang berbeda dalam perjalanan summit.
Day 4 – Farewell Session and Program Closing
Pada hari terakhir, para peserta mengikuti farewell session sebagai rangkaian penutup Korea Youth Summit 2026. Sesi ini menjadi ruang refleksi setelah para delegasi menjalani beberapa hari penuh kolaborasi internasional dan pertukaran budaya.
Suasana farewell berlangsung hangat dan dipenuhi apresiasi. Sesi tersebut tidak hanya menjadi penanda berakhirnya program, tetapi juga menjadi awal bagi terjalinnya kolaborasi jangka panjang di antara pemuda dari berbagai negara.
Meldi Latifah Saraswati, CEO dan Founder Youth Break the Boundaries sekaligus Steering Committee Korea Youth Summit 2026, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya program yang mempertemukan delegasi muda dari berbagai negara di Seoul.
“Merupakan sebuah kebanggaan bagi kami dapat menyaksikan para delegasi mengenal budaya baru, bertemu dengan orang-orang dari berbagai latar belakang, dan berani keluar dari zona nyaman mereka selama program berlangsung. Kami berharap semangat yang mereka temukan di Korea Youth Summit dapat terus dibawa ke mana pun mereka melangkah, serta mendorong mereka untuk terus belajar, berkembang, dan memanfaatkan setiap kesempatan yang ada untuk memberikan kontribusi yang positif.”
Baca juga: CultureBridge AI Raih 1st Place Best Idea Innovation di Korea Youth Summit 2026
Penutup
Korea Youth Summit 2026 berhasil menghadirkan empat hari pengalaman internasional yang memadukan pembelajaran, budaya, kolaborasi, dan pengembangan diri.
Dari welcoming delegates, city tour dan university visit, international conference, panel discussion, project presentation, hingga cultural and awarding night, setiap rangkaian memberikan pengalaman yang berbeda bagi para peserta.
Bagi Youth Break the Boundaries, Korea Youth Summit 2026 menjadi bagian dari komitmen untuk menyediakan ruang bagi pemuda global agar dapat berkembang, berkolaborasi, dan memperluas perspektif mereka.
Pada akhirnya, berakhirnya Korea Youth Summit 2026 bukan berarti berakhirnya perjalanan para delegasi. Pengalaman, koneksi, dan gagasan yang terbentuk selama program diharapkan dapat dibawa kembali untuk menciptakan kontribusi di lingkungan masing-masing dan membangun kolaborasi yang melampaui batas negara.


