Tuesday, October 27, 2026

Denada Florencia Leona, MD Bagikan Perspektif Pendidikan Global dan Riset Kesehatan di Japan Youth Summit 2026

OSAKA, JEPANG —Denada Florencia Leona, MD, dokter dan akademisi asal Indonesia berbagi wawasan mengenai pendidikan tinggi internasional, peluang beasiswa, dan riset kesehatan dalam Japan Youth Summit (JYS) 2026.

Denada  merupakan dosen di Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular, Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Padang, Indonesia. Ia sedang menempuh program doktor di Department of Preventive Services, Graduate School of Medicine, Kyoto University. Pengalaman akademiknya di Indonesia dan Jepang menjadi landasan dalam membahas pentingnya pendidikan global serta penerapan ilmu pengetahuan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

Mengenal Denada Florencia Leona, MD

Denada memiliki latar belakang di bidang kedokteran dan penelitian kesehatan. Fokus risetnya mencakup Emergency Medical Services (EMS), epidemiologi henti jantung di luar rumah sakit (out-of-hospital cardiac arrest atau OHCA), serta sistem perawatan prarumah sakit.

Ia merupakan penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk program doktoral. Prestasi akademiknya juga mencakup Best Abstract Award pada 5th Asia-Pacific CardioMetabolic Syndrome Congress 2022 dan Best Poster Presenter pada International Congress on Lipid & Atherosclerosis 2021 di Seoul, Korea Selatan.

Baca juga: MAN 2 Kota Malang Raih Best Group di Japan Youth Summit 2026 Lewat Inovasi Pengelolaan Limbah Tekstil

Pendidikan Global dan Peluang Beasiswa

Dalam sesinya di JYS 2026, Denada membahas peran pendidikan tinggi internasional dalam memperluas wawasan, membangun jejaring akademik, dan memperdalam keahlian. Ia juga memperkenalkan berbagai jalur pendanaan studi di luar negeri, termasuk beasiswa LPDP dari Indonesia dan MEXT dari Jepang. Sejumlah program lain seperti JASSO dan ADB-JSP turut menjadi bagian dari pembahasan.

Ia menekankan bahwa keberhasilan akademik tidak hanya ditentukan oleh kemampuan awal atau latar belakang yang sempurna. Rasa ingin tahu, persiapan, dan ketekunan menjadi bagian penting dalam proses belajar dan penelitian. Kesalahan serta penolakan pun dapat menjadi pengalaman untuk memperbaiki pendekatan dan mempertajam pertanyaan penelitian.

Membahas Sistem Layanan Medis Darurat di Tiga Negara

Selain pendidikan, Denada mengangkat sistem layanan medis darurat atau EMS dengan membandingkan pengalaman Indonesia, Jepang, dan Singapura.

Indonesia menghadapi tantangan berupa wilayah geografis yang luas, distribusi sumber daya yang belum merata, serta sistem layanan darurat yang masih terfragmentasi. Sebagai perbandingan, Jepang memiliki sistem EMS nasional yang terstandar dengan layanan panggilan darurat 119 dan dukungan helikopter medis. Singapura turut mengembangkan penggunaan AED di ruang publik, edukasi CPR bagi masyarakat, serta teknologi seperti aplikasi MyResponder untuk melibatkan relawan.

Pembahasan tersebut menunjukkan pentingnya mempelajari praktik dari negara lain sekaligus menyesuaikannya dengan kebutuhan lokal. Dalam kondisi henti jantung, tindakan cepat dari orang di sekitar pasien, termasuk melakukan CPR dan menggunakan AED jika tersedia, dapat menjadi bagian penting dari pertolongan awal.

Mendorong Generasi Muda Memulai dari Lingkungan Sekitar

Denada  juga mengajak peserta memahami bahwa kontribusi melalui penelitian tidak harus dimulai dari proyek berskala besar. Prosesnya dapat berawal dari mengenali masalah, menyusun pertanyaan, mengumpulkan data, dan menganalisis temuan sebelum menerapkan perbaikan.

Pesan tersebut mendorong generasi muda untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan yang dapat digunakan secara langsung di masyarakat. Mulai dari memahami persoalan kesehatan hingga mempelajari keterampilan pertolongan pertama, anak muda dapat mengambil peran tanpa harus menunggu menjadi ahli.

Melalui pengalamannya di Indonesia dan Jepang, Denada  menyoroti pentingnya menghubungkan pembelajaran global dengan kebutuhan lokal. Pendidikan dan penelitian dapat menjadi sarana bagi generasi muda untuk mengembangkan solusi yang relevan serta memberikan dampak nyata.

Baca juga: Japan Youth Summit 2026 Autumn Edition Apresiasi Inovasi dan Prestasi Pemuda Internasional

Tentang Japan Youth Summit

Japan Youth Summit (JYS) merupakan program internasional yang diselenggarakan oleh Youth Break the Boundaries (YBB). Program ini mempertemukan generasi muda dari berbagai negara untuk bertukar gagasan, memperluas wawasan, dan membangun kolaborasi lintas budaya.

Melalui sesi bersama praktisi, akademisi, dan profesional dari berbagai bidang, JYS memberikan kesempatan bagi peserta untuk mempelajari perspektif baru dan mengeksplorasi cara berkontribusi dalam menghadapi tantangan global.

Informasi Lebih Lanjut

Website resmi:
https://japanyouthsummit.com/

Email:

[email protected]

[email protected]

WhatsApp:
+62 851-7338-6622

Instagram resmi:

@japanyouthsummitofficial

@youthbreaktheboundaries

Hot this week

Dr. Prashant Kumar Discusses the Potential of Nanotechnology at Japan Youth Summit 2026

OSAKA, JAPAN – Scientific and technological innovation continues to...

Dr. Prashant Kumar Bahas Potensi Nanoteknologi dalam Japan Youth Summit 2026

OSAKA, JEPANG – Inovasi sains dan teknologi terus membuka...

Denada Florencia Leona, MD Shares Insights on Global Education and Health Research at Japan Youth Summit 2026

OSAKA, JAPAN — Denada Florencia Leona, MD, an Indonesian...

Topics

spot_img

Related Articles

Popular Categories

spot_imgspot_img