OSAKA, JEPANG —Dr. Sunil Luhar, Founder dan CEO Bhavira Technologies, membagikan wawasan tentang inovasi teknologi dan pemanfaatan limbah untuk menjawab tantangan keberlanjutan dalam Japan Youth Summit (JYS) 2026 Autumn Edition. Melalui sesinya, ia menunjukkan bagaimana penelitian ilmiah dapat dikembangkan menjadi solusi nyata bagi industri dan lingkungan.
Dr. Luhar memiliki latar belakang pendidikan fisika dan menempuh program doktoral bersama yang berfokus pada elektrokimia melalui CSMCRI Bhavnagar dan RMIT University. Perjalanannya, yang dimulai dari sekolah negeri di wilayah pedesaan India, menunjukkan bahwa latar belakang bukanlah batas untuk meraih masa depan yang lebih luas.
Mengubah Limbah Menjadi Sumber Daya Bernilai
Dalam presentasinya, Dr. Luhar membahas tantangan pasokan mineral kritis, seperti litium, kobalt, nikel, tembaga, dan unsur tanah jarang (rare earth elements). Mineral-mineral tersebut dibutuhkan untuk berbagai teknologi modern, termasuk perangkat elektronik dan energi bersih. Namun, kebutuhan yang terus meningkat juga menghadirkan tantangan dalam rantai pasokan dan pengelolaan sumber daya.
Di sisi lain, limbah elektronik dan air limbah pertambangan masih menyimpan material berharga yang berpotensi dimanfaatkan kembali. Untuk menjawab persoalan ini, Bhavira Technologies mengembangkan teknologi berbasis elektrokimia yang dapat memulihkan logam dari aliran limbah melalui proses electrowinning.
Perusahaan ini menggunakan elektroda komposit grafit-polimer yang dirancang agar terjangkau dan tahan korosi. Menariknya, material elektroda tersebut sebagian dibuat dari limbah kemasan busa polistirena. Inovasi ini menunjukkan bagaimana limbah dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari teknologi pemulihan sumber daya.
Dari Penelitian Menuju Solusi Industri
Dr. Luhar juga menyoroti proses mengembangkan penelitian laboratorium menjadi teknologi yang dapat diterapkan dalam skala industri. Proses tersebut memerlukan tahapan pengujian, peningkatan skala, pengembangan sistem percontohan, serta validasi sebelum diterapkan lebih luas.
Melalui Bhavira Technologies, yang didirikan di Victoria, Australia, pada awal 2026, ia menunjukkan bagaimana inovasi ilmiah dapat dikembangkan menjadi usaha berbasis teknologi. Perjalanan perusahaan ini mencakup program pra-akselerasi, pengajuan paten, validasi internasional, hingga memperoleh pendapatan awal.
Pengalamannya juga memberikan pesan kepada generasi muda bahwa kegagalan dapat menjadi sumber pembelajaran. Menurut pendekatan yang ia bagikan, pengembangan inovasi membutuhkan pertanyaan yang tepat, dukungan mentor, bukti yang kuat, prototipe yang layak, serta dampak yang dapat diukur.
Inovasi untuk Pembangunan Berkelanjutan
Pendekatan ekonomi sirkular yang dikembangkan Bhavira Technologies berkaitan dengan beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu:
- SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur.
- SDG 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan.
- SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.
- SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim.
Melalui pemulihan mineral dari limbah, inovasi ini menawarkan pendekatan untuk memanfaatkan sumber daya secara lebih efisien sekaligus mendukung pengembangan teknologi yang lebih berkelanjutan.
Kesimpulan
Melalui presentasinya di Japan Youth Summit 2026, Dr. Sunil Luhar menunjukkan bahwa inovasi berkelanjutan dapat dimulai dari persoalan nyata dan dikembangkan melalui penelitian yang terarah. Perjalanannya dari peneliti menjadi pendiri perusahaan teknologi juga menginspirasi generasi muda untuk mengubah pengetahuan ilmiah menjadi solusi yang memberikan manfaat bagi industri, masyarakat, dan lingkungan.
Tentang Japan Youth Summit 2026
Japan Youth Summit (JYS) 2026 Autumn Edition diselenggarakan oleh Youth Break the Boundaries (YBB) di Osaka, Jepang, pada 19–22 Oktober 2026. Mengusung tema “Beyond Limits: Youth Leading the Next Era of Innovation and Global Stability” dan tagline “Innovate for Tomorrow,” acara ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk bertukar gagasan, mempelajari inovasi, dan membangun kolaborasi lintas negara.



