Saturday, October 31, 2026

MAN 2 Kota Malang Raih 1st Place Best Idea Innovation Junior Level di Japan Youth Summit 2026 melalui Proyek SO-NA

Osaka, Jepang — Group 5 dari MAN 2 Kota Malang berhasil meraih 1st Place Best Idea Innovation Junior Level dalam Japan Youth Summit 2026, program internasional yang diinisiasi oleh Youth Break the Boundaries (YBB).

Penghargaan ini diraih melalui So-NA, sebuah inovasi infrastruktur berkelanjutan yang dirancang untuk mengurangi kebisingan di sekitar jalur kereta api. 

Melalui So-NA, para peserta menghadirkan gagasan yang mengubah potensi limbah lokal menjadi solusi infrastruktur multifungsi. Inovasi ini tidak hanya berfokus pada pengendalian kebisingan, tetapi juga mengintegrasikan pemantauan lingkungan dan upaya mengurangi polutan udara.

Mengenal Tim di Balik So-NA

Di balik keberhasilan So-NA, terdapat delapan peserta dari MAN 2 Kota Malang yang berkolaborasi untuk mengembangkan gagasan inovatif berbasis teknologi dan keberlanjutan. Tim Group 5 terdiri atas:

  • Raditya Daneswara
  • Aqila Balqis Mustofah
  • Alifia Konsista Addin
  • Nareswari Sandra Andadhari
  • Aretha Syahfilia Yustiar
  • Marcellino Acintyasa Rasendriya
  • Keysha Maghfiroh Putri Arofah
  • Raissya Rizwana Dania

Pencapaiannya di Japan Youth Summit 2026 menjadi pengakuan atas gagasan yang menghubungkan kreativitas generasi muda dengan tantangan lingkungan dan kebutuhan masyarakat.

Cerita di Balik So-NA: Menjawab Tantangan Kebisingan Kereta Api

Kebisingan dari aktivitas transportasi menjadi salah satu tantangan lingkungan yang dapat memengaruhi kualitas hidup masyarakat di sekitarnya. Jalur kereta api, khususnya yang berdekatan dengan kawasan permukiman, membutuhkan solusi pengendalian kebisingan yang efektif dan mempertimbangkan keberlanjutan material.

Penghalang kebisingan konvensional dapat membantu mengurangi paparan suara, tetapi penggunaan material dengan jejak karbon tinggi menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam pengembangan infrastruktur yang lebih berkelanjutan.

Berangkat dari persoalan tersebut, Group 5 mengembangkan So-NA sebagai konsep penghalang kebisingan yang memanfaatkan lumpur Lapindo dan ampas tebu sebagai bahan komposit. Material tersebut dipadukan dengan teknologi pemantauan dan filtrasi udara untuk menghadirkan solusi yang lebih terintegrasi.

Gagasan utamanya adalah mengubah material yang berpotensi menjadi limbah menjadi produk bernilai guna, sekaligus menjawab kebutuhan pengendalian kebisingan dan pemantauan lingkungan di sekitar jalur transportasi.

Mengenal Lebih Dekat So-NA: Tiga Fungsi dalam Satu Inovasi

So-NA dirancang sebagai penghalang kebisingan modular yang mengintegrasikan tiga fungsi utama: pengendalian suara, filtrasi udara, dan pemantauan lingkungan secara digital.

1. Noise Barrier: Memanfaatkan Material Lokal

Komponen utama So-NA menggunakan material komposit berbahan lumpur Lapindo dan ampas tebu atau sugarcane bagasse.

Lumpur Lapindo dipertimbangkan sebagai bahan pengisi, sedangkan serat ampas tebu digunakan sebagai bagian dari komposit. Pemanfaatan kedua material ini menawarkan peluang untuk mengurangi ketergantungan pada material konvensional sekaligus meningkatkan nilai guna sumber daya lokal.

Dalam rancangan awalnya, So-NA menargetkan pengurangan kebisingan sebesar 8–12 dB(A) pada jarak 50 meter dari jalur kereta api. Angka tersebut merupakan target desain yang masih perlu divalidasi melalui pengujian laboratorium dan evaluasi lapangan.

2. Air Filtration: Mendukung Pengurangan Polutan Udara

Selain mengendalikan kebisingan, proyek ini dirancang dengan lapisan fotokatalitik berbasis titanium dioksida (TiO₂).

Ketika terpapar cahaya, lapisan ini dapat memicu reaksi yang membantu menguraikan polutan udara tertentu, termasuk nitrogen oksida (NOx) dan senyawa organik volatil (VOC), menjadi senyawa yang lebih sederhana.

Pendekatan ini menjadikan So-NA lebih dari sekadar penghalang suara. Konsepnya juga mencakup upaya mendukung pengelolaan kualitas udara di sekitar jalur transportasi.

3. IoT Monitoring: Memantau Kondisi Lingkungan

So-NA turut mengintegrasikan teknologi Internet of Things (IoT) untuk memantau kondisi lingkungan di sekitar penghalang kebisingan.

Sistem ini dirancang menggunakan sensor untuk mengukur tingkat kebisingan, kondisi iklim, dan getaran. Data yang dikumpulkan dapat diakses melalui antarmuka web berbasis alamat IP lokal.

Untuk mendukung operasionalnya, rancangan So-NA memanfaatkan panel surya sebagai sumber energi bagi sistem pemantauan. Tim juga mengeksplorasi teknologi pemanenan energi berbasis piezoelektrik sebagai bagian dari konsep inovasinya.

Integrasi tersebut diharapkan dapat membantu pengumpulan data lingkungan secara lebih terstruktur dan mendukung evaluasi kinerja sistem. 

Penutup

Keberhasilan Group 5 MAN 2 Kota Malang meraih 1st Place Best Idea Innovation Junior Level di Japan Youth Summit 2026 menyoroti potensi generasi muda dalam merancang solusi kreatif bagi tantangan lingkungan dan infrastruktur.

Melalui So-NA, delegasi mengusulkan pendekatan yang menggabungkan pemanfaatan limbah lokal, teknologi digital, dan pengelolaan kualitas lingkungan.

Bagi Youth Break the Boundaries, inovasi ini mencerminkan pentingnya memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengeksplorasi ide, mengembangkan pemikiran kritis, dan menawarkan pendekatan baru terhadap persoalan nyata.

Muhammad Aldi Subakti, Chairman of Japan Youth Summit 2026, menilai proyek So-NA menunjukkan potensi generasi muda dalam melihat peluang inovasi dari persoalan di sekitar mereka.

“Selamat kepada Group 5 MAN 2 Kota Malang atas pencapaian luar biasa ini. Kami berharap So-NA menjadi awal bagi mereka untuk terus mengeksplorasi ide dan mengembangkan potensi material lokal menjadi solusi yang bermanfaat. Semoga pencapaian ini mendorong mereka untuk terus belajar dan berani membawa inovasinya ke tahap berikutnya,” ujar Aldi.

Official Notice from Youth Break the Boundaries

Youth Break the Boundaries (YBB) menegaskan bahwa Japan Youth Summit (JYS) merupakan trademark resmi milik YBB. YBB tidak memberikan izin atau otorisasi kepada pihak mana pun di luar organisasi untuk menggunakan nama Japan Youth Summit dalam menyelenggarakan program atau kegiatan.

Karena itu, semua pihak diminta untuk memeriksa keaslian informasi dan penyelenggara sebelum mengikuti atau mendaftar dalam kegiatan yang mengatasnamakan JYS. Informasi resmi mengenai Japan Youth Summit hanya tersedia melalui kanal komunikasi YBB berikut.

Official Japan Youth Summit Channels

Website:
https://japanyouthsummit.com/

Email:

WhatsApp:
+62 851-7338-6622

Official Instagram Accounts:

  • @japanyouthsummitofficial
  • @youthbreaktheboundaries

Hot this week

Topics

Dr. Sunil Luhar Perkenalkan Inovasi Pemulihan Mineral Kritis untuk Mendukung Ekonomi Sirkular di Japan Youth Summit 2026

Dr. Sunil Luhar Perkenalkan Inovasi Pemulihan Mineral Kritis untuk Mendukung Ekonomi Sirkular di Japan Youth Summit 2026

SMAN 1 Gresik Students Win Multiple Awards at Japan Youth Summit 2026

OSAKA, JAPAN — Indonesian students have once again achieved...
spot_img

Related Articles

Popular Categories

spot_imgspot_img