YBB – Berbagai peringatan mengenai dugaan “fraud” dan “scam” yang menggunakan nama Japan Youth Summit telah menimbulkan kebingungan di kalangan calon peserta. Ketika beberapa pihak menyampaikan klaim mengenai program, website, atau akun mana yang mewakili Japan Youth Summit secara resmi, muncul pertanyaan penting: siapa yang memiliki hak dan kewenangan untuk menggunakan serta menyelenggarakan program dengan nama Japan Youth Summit?
Bagi calon peserta, persoalan ini tidak hanya berkaitan dengan klaim yang beredar di media sosial. Identitas penyelenggara, kepemilikan merek, kewenangan menggunakan nama program, serta bukti yang mendukung suatu tuduhan dapat mempengaruhi kredibilitas dan legitimasi sebuah program internasional.
Oleh karena itu, Youth Break the Boundaries (YBB) menanggapi isu ini dengan merujuk pada pernyataan yang telah dipublikasikan, dokumen merek dagang, serta informasi terkait penyelenggaraan Japan Youth Summit.
Global Youth Ambassador Pernah Memublikasikan Peringatan “Fraud dan Scam”
Isu ini mencuat setelah akun Instagram @japanyouthsummit, yang menggunakan identitas Global Youth Ambassador (GYA) dan Japan Youth Summit, memublikasikan peringatan pada 16 Mei 2024 dengan judul “BEWARE OF FRAUD AND SCAM IN THE NAME OF JAPAN YOUTH SUMMIT!”
Dalam konten tersebut, akun tersebut menyatakan bahwa Japan Youth Summit diselenggarakan “under Global Youth Ambassador only.” Unggahan tersebut juga mencantumkan @globalyouthambassador dan @japanyouthsummit sebagai akun yang dikaitkan dengan komunikasi resmi mereka.
Peringatan tersebut juga menyebutkan, “WE DO NOT HAVE MULTIPLE ACCOUNTS!” serta menyatakan bahwa akun lain yang menggunakan nama JYS tidak berafiliasi dengan pihak mereka. Dalam unggahan tersebut, istilah “FRAUD” dan “SCAM” digunakan dalam kaitannya dengan akun atau platform yang dianggap menggunakan identitas Japan Youth Summit tanpa afiliasi dengan mereka.
Dengan demikian, pernyataan tersebut bukan sekadar peringatan umum. Unggahan tersebut juga menyampaikan klaim kepada publik mengenai pihak mana yang dianggap sebagai representasi resmi Japan Youth Summit.
“Scam Alert” Kembali Menyebut japanyouthsummit.com
Pernyataan serupa kembali muncul pada 27 Juni 2025.
Melalui unggahan berjudul “SCAM ALERT – PLEASE READ,” akun tersebut memperingatkan publik mengenai “fake websites and unofficial accounts claiming to be ‘Japan Youth Summit’.”
Dalam unggahan tersebut, terdapat pernyataan yang secara spesifik menyebut: “japanyouthsummit.com is NOT us.”
Unggahan tersebut juga mencantumkan globalyouthambassador.com sebagai satu-satunya website resmi mereka dan menyebut The 4th Japan Youth Summit sebagai program yang mereka klaim sebagai program resmi.
Pernyataan-pernyataan tersebut kemudian memunculkan pertanyaan penting. Ketika suatu pihak menyebut website, akun, atau program lain sebagai “fake”, “fraud”, atau “scam”, bukti dan dasar kewenangan apa yang mendukung pernyataan tersebut?
Siapa yang Memiliki Hak atas Nama Japan Youth Summit?
Berdasarkan sertifikat merek yang dirujuk oleh YBB, Japan Youth Summit telah terdaftar dengan Nomor Pendaftaran IDM001273026, dengan Muhammad Aldi Subakti tercatat sebagai pemegang merek. Dokumen tersebut mencatat tanggal penerimaan permohonan pada 17 Mei 2024. Berikut adalah HKI dari Japan Youth Summit lihat di sini.
Muhammad Aldi Subakti juga merupakan Co-Founder dan Chief Operating Officer Youth Break the Boundaries (YBB), organisasi yang menggunakan merek Japan Youth Summit dalam penyelenggaraan program tersebut.
Keberadaan merek terdaftar menunjukkan bahwa penggunaan nama dan identitas Japan Youth Summit bukan sekadar persoalan kepemilikan akun media sosial atau keberadaan sebuah website. Nama tersebut juga berkaitan dengan hak kekayaan intelektual yang telah memperoleh perlindungan.
Dalam sistem hukum merek di Indonesia, pemegang merek terdaftar dapat memberikan kewenangan kepada pihak lain untuk menggunakan merek tersebut melalui lisensi atau bentuk pengaturan lain yang sah.
Berdasarkan informasi dari YBB dan pemegang merek, tidak pernah diberikan izin, lisensi, maupun kewenangan kepada Global Youth Ambassador untuk menggunakan merek Japan Youth Summit atau menyelenggarakan program dengan nama tersebut.
Oleh sebab itu, YBB menilai bahwa pembahasan mengenai Japan Youth Summit perlu didasarkan pada hal-hal yang dapat diverifikasi, yaitu siapa pemegang merek, siapa yang memperoleh kewenangan untuk menggunakannya, dan dasar hukum apa yang mendukung penggunaan nama Japan Youth Summit oleh setiap pihak.
Apa Dasar Klaim “Fake”, “Fraud”, dan “Scam” Tersebut?
Pernyataan yang dipublikasikan oleh Global Youth Ambassador menggunakan sejumlah istilah serius, termasuk “fake”, “fraud”, “scam”, dan “unofficial accounts.”
Pernyataan seperti ini dapat mempengaruhi reputasi pihak lain sekaligus mempengaruhi keputusan calon peserta. Oleh karena itu, YBB berpandangan bahwa klaim dengan konsekuensi serius seharusnya didukung oleh bukti yang dapat diverifikasi.
Pertanyaan utamanya sederhana.
Apabila Global Youth Ambassador bukan merupakan pemegang merek terdaftar dan tidak memperoleh kewenangan dari pemegang merek, atas dasar apa pihak tersebut dapat menyatakan bahwa penyelenggara atau website Japan Youth Summit lainnya adalah “fake”, “fraud”, atau “scam”?
YBB meminta publik untuk tidak mudah percaya suatu klaim tertentu tanpa melakukan verifikasi. YBB juga menilai bahwa standar verifikasi yang sama seharusnya berlaku bagi setiap pihak yang terlibat.
Apabila Global Youth Ambassador memiliki perjanjian kerja sama, lisensi, surat kuasa, atau dokumen hukum lain yang memberikan kewenangan untuk menggunakan nama dan menyelenggarakan Japan Youth Summit, dokumen tersebut dapat membantu menjelaskan dasar kewenangan mereka kepada publik.
Namun, apabila kewenangan tersebut tidak dapat ditunjukkan, publik memiliki alasan yang sah untuk mempertanyakan dasar klaim mengenai pihak mana yang “resmi”, “palsu”, atau “tidak resmi”. Jika pihak Global Youth Ambassador tidak dapat menunjukkan bukti bahwa mereka memiliki hak dan kewenangan untuk menyelenggarakan Japan Youth Summit, maka publik juga patut bertanya: apakah label “fake”, “fraud”, dan “scam” yang selama ini disampaikan GYA justru berpotensi menggambarkan persoalan pada pihak GYA sendiri?
Tuduhan Serius Seharusnya Didukung Bukti
YBB tidak menyimpulkan bahwa Global Youth Ambassador telah melakukan fraud atau menjalankan scam.
Namun, istilah “fraud”, “scam”, dan “fake” sebelumnya telah digunakan secara publik oleh Global Youth Ambassador dalam kaitannya dengan penggunaan nama Japan Youth Summit. Karena itu, YBB menilai bahwa pihak yang menyampaikan klaim tersebut juga perlu menjelaskan dasar fakta dan dasar hukum di balik pernyataannya.
Perbedaan ini penting.
Persoalan ini bukan tentang membalas satu tuduhan dengan tuduhan lainnya. Sebaliknya, persoalan ini berkaitan dengan satu prinsip sederhana: klaim publik yang serius seharusnya didukung oleh fakta, dokumen, dan bukti yang dapat diverifikasi.
Apabila suatu pihak meminta calon peserta untuk percaya bahwa penyelenggara atau website lain tidak memiliki kewenangan, pihak tersebut juga seharusnya dapat menunjukkan dasar kewenangannya sendiri dalam menggunakan dan menyelenggarakan program dengan nama Japan Youth Summit.
Pada akhirnya, YBB mendorong publik untuk menilai bukti yang tersedia, bukan hanya mengandalkan klaim yang disampaikan melalui media sosial.
Hal yang Berhak Ditanyakan oleh Calon Peserta
Isu ini menjadi penting karena calon peserta berhak memperoleh informasi yang jelas sebelum melakukan pendaftaran atau pembayaran.
Sebelum mengikuti sebuah program, calon peserta berhak mengetahui siapa penyelenggaranya, siapa pemegang merek yang digunakan, apakah penyelenggara memperoleh kewenangan untuk menggunakan nama program tersebut, serta apakah terdapat dokumen pendukung yang dapat diverifikasi.
Pertanyaan tersebut tidak hanya berlaku untuk Japan Youth Summit. Standar verifikasi yang sama juga dapat diterapkan pada berbagai program internasional lainnya, termasuk program yang dipromosikan oleh Global Youth Ambassador maupun organisasi lainnya.
Jumlah pengikut media sosial yang besar, penggunaan kata “official”, atau visibilitas sebuah organisasi di internet tidak secara otomatis membuktikan kewenangan hukum untuk menyelenggarakan sebuah program dengan nama tertentu.
Karena itu, calon peserta perlu melakukan verifikasi secara mandiri terhadap identitas penyelenggara, kepemilikan atau kewenangan penggunaan nama program, kanal komunikasi resmi, dokumen pendukung, prosedur pendaftaran, hingga mekanisme pembayaran.
Peserta berhak memperoleh kejelasan sebelum melakukan pembayaran, bukan setelah menghadapi permasalahan.
Cara Memastikan Informasi Resmi Japan Youth Summit oleh YBB
Untuk mengurangi risiko kesalahan informasi, calon peserta disarankan untuk memverifikasi seluruh informasi melalui kanal resmi Japan Youth Summit yang dikelola oleh Youth Break the Boundaries.
Website resmi Japan Youth Summit adalah: japanyouthsummit.com
Informasi dan pembaruan resmi juga dapat diakses melalui:
Instagram: @japanyouthsummitofficial
Email: japanyouthsummit@gmail.com dan info@ybbfoundation.com
WhatsApp: +62 851-7338-6622
Apabila calon peserta menemukan website, akun, kontak, atau kanal pendaftaran lain yang menggunakan nama Japan Youth Summit, sebaiknya jangan langsung melakukan pembayaran atau memberikan data pribadi.
Sebaliknya, calon peserta dapat menghubungi kanal resmi YBB untuk melakukan verifikasi terlebih dahulu.
Jangan hanya melihat nama Japan Youth Summit. Pastikan juga siapa pihak yang menyelenggarakannya dan dasar kewenangan apa yang dimiliki untuk menggunakan nama tersebut.
Kesimpulan
Isu mengenai Japan Youth Summit bukan sekadar persoalan mengenai siapa yang menyebut dirinya “official” atau siapa yang menyebut pihak lain sebagai “fake”, “fraud”, atau “scam”.
Pertanyaan yang lebih mendasar adalah: siapa yang memegang merek, siapa yang memperoleh kewenangan untuk menggunakannya, siapa yang menyelenggarakan program tersebut, dan bukti apa yang mendukung klaim setiap pihak?
YBB merujuk pada dokumen merek Japan Youth Summit dan menyatakan bahwa pemegang merek maupun YBB tidak pernah memberikan izin, lisensi, atau kewenangan kepada Global Youth Ambassador untuk menggunakan merek tersebut maupun menyelenggarakan Japan Youth Summit.
Oleh karena itu, apabila terdapat klaim mengenai kewenangan atas Japan Youth Summit sekaligus tuduhan bahwa pihak atau kanal lain adalah “fake”, “fraud”, atau “scam”, YBB menilai bahwa dasar, dokumen, dan bukti yang mendukung klaim tersebut perlu dijelaskan secara terbuka kepada publik.
YBB tidak meminta publik untuk langsung mempercayai satu pihak tanpa melakukan verifikasi. Sebaliknya, calon peserta didorong untuk memeriksa bukti yang tersedia, memverifikasi pemegang merek, mengenali penyelenggara, serta memastikan dasar kewenangan penggunaan nama Japan Youth Summit.
Bagi calon peserta, proses verifikasi ini bukan hanya persoalan branding. Hal tersebut merupakan bagian dari hak untuk memperoleh informasi yang jelas, akuntabel, dan dapat diverifikasi sebelum melakukan pendaftaran maupun pembayaran.


