Osaka, Jepang — Japan Youth Summit 2026 by Youth Break the Boundaries kembali menjadi ruang kolaborasi pemuda internasional pada 11–14 Mei 2026.
Salah satu sesi utama dalam program ini adalah panel discussion bertajuk “Innovation Beyond Borders: Building the Future through Scientific Collaboration: Bridging Biology, Culture, and Global Research Systems.”
Dalam sesi tersebut, Naomi Hasian Felicia Butarbutar hadir sebagai speaker yang membagikan pengalaman akademik dan kepemimpinannya di Jepang.
Mengenal Naomi Hasian Felicia Butarbutar
Naomi Hasian Felicia Butarbutar merupakan mahasiswa tingkat empat di Kyoto University dengan jurusan Agricultural and Environmental Engineering.
Ia juga merupakan penerima beasiswa Kyoto iUP Scholarship Program. Fokus akademiknya berada pada inovasi pertanian berkelanjutan, mekanisasi, dan dampak lingkungan.
Selain aktif dalam bidang akademik, Naomi saat ini menjabat sebagai Chairman of PPI Kyoto. Ia memimpin berbagai inisiatif yang menghubungkan mahasiswa Indonesia, diaspora, dan mitra eksternal.
Pengalaman organisasinya memperkuat perspektifnya mengenai pentingnya kolaborasi lintas budaya dalam membangun inovasi global.
Inovasi dan Kolaborasi Tanpa Batas
Dalam pemaparannya, Naomi menyoroti bagaimana perbedaan budaya dan sistem pendidikan dapat menjadi kekuatan dalam menciptakan inovasi.
Ia membandingkan kondisi alam Indonesia dan Jepang. Menurutnya, Indonesia memiliki tanah subur dan biodiversitas tinggi. Namun, Jepang mampu membangun sistem pertanian yang lebih maju melalui teknologi, disiplin belajar, dan riset berkelanjutan.
Naomi juga membagikan pengalamannya belajar di Jepang sebagai mahasiswa internasional. Ia menjelaskan tantangan beradaptasi dengan bahasa ketiga, lingkungan baru, dan budaya akademik yang berbeda.
Meski begitu, pengalaman tersebut justru membuka peluang untuk membangun kolaborasi global yang lebih luas.
Baca juga: Selamat! Inilah Awardee Fully Funded & Partial Funded Japan Youth Summit 2026!
Pentingnya Memahami Perspektif Orang Lain
Dalam sesi diskusi, Naomi menekankan pentingnya komunikasi dalam membangun kerja sama internasional. Menurutnya, perbedaan pendapat tidak seharusnya menghambat perkembangan inovasi. Sebaliknya, keberagaman dapat menjadi fondasi utama dalam menciptakan solusi baru.
Ia juga mengajak delegasi untuk memahami alasan dan perspektif orang lain sebelum membangun kesepakatan bersama. Pesan tersebut menjadi relevan bagi generasi muda yang akan menghadapi tantangan global di masa depan.
Peran Organisasi Mahasiswa dalam Kolaborasi Global
Melalui PPI Kyoto, Naomi aktif menciptakan ruang diskusi, pertukaran ide, dan proyek kolaboratif bersama institusi akademik maupun komunitas internasional.
Menurutnya, organisasi mahasiswa memiliki posisi penting dalam mempertemukan pemuda dari berbagai latar belakang. Lingkungan yang suportif dapat mendorong lahirnya inovasi yang berdampak secara global.
Dorongan untuk Berani Memulai
Di akhir sesi, Naomi memberikan pesan kepada peserta Japan Youth Summit 2026 untuk tidak takut mencoba hal baru. Ia mendorong generasi muda agar aktif mencari informasi, membangun koneksi, dan mulai merealisasikan ide yang dimiliki.
Pesan tersebut memperkuat semangat utama Japan Youth Summit 2026 sebagai wadah kolaborasi, inovasi, dan pertukaran budaya antar pemuda dunia.
Baca juga: Pendaftaran Japan Youth Summit 2026 Autumn Edition Resmi Dibuka!




