Saturday, September 12, 2026

Thursina IIBS Malang Raih 1st Place Winner Project (High School Category) di Korea Youth Summit 2026

Seoul, South Korea – Korea Youth Summit (KYS) 2026 digelar pada 6–10 September 2026 di Seoul, Korea Selatan. Tema “Empowering Youth to Preserve Culture and Driving Sustainable Innovation”, serta tagline “Living Culture, Lasting Legacy”  menjadi landasan KYS 2026 dalam mengajak generasi muda mengenal budaya dan mengembangkan inovasi melalui kolaborasi global.

Salah satu gagasan yang meraih prestasi hadir dari tim FocusBloom Thursina International Islamic Boarding School (IIBS) Malang melalui proyek A Self-Regulated Learning Kit to Improve Focus and Manage Distractions in Middle Schoolers. Proyek tersebut berhasil meraih 1st Place Winner Project untuk High School Category di KYS 2026.

Anggota Tim

FocusBloom dikembangkan oleh lima siswi Thursina IIBS Malang yang terdiri dari:

  • Syira Rafilah Putri Suratman
  • Azalea Raihanah Adiva
  • Qotrunnada Nafiza Husna
  • Gelsy Zhynee Rayfani
  • Andi Raudatul Jannah Salsabila

Kelima siswi tersebut mengembangkan FocusBloom sebagai solusi untuk membantu siswa sekolah menengah pertama mengenali dan mengelola gangguan saat belajar.

Latar Belakang FocusBloom

Kesulitan untuk fokus saat belajar tidak selalu disebabkan oleh penggunaan smartphone. Siswa juga dapat terdistraksi oleh percakapan dengan teman, rasa bosan, kelelahan, overthinking, lingkungan belajar yang tidak nyaman, hingga kesulitan dalam mengerjakan tugas.

Berdasarkan permasalahan tersebut, tim FocusBloom melihat bahwa kemampuan self-regulation atau pengaturan diri menjadi bagian penting dalam membangun kebiasaan belajar yang lebih baik.

FocusBloom kemudian dirancang sebagai learning kit yang membantu siswa mengenali sumber distraksi dan membangun strategi untuk mengatasinya. Kit ini juga dibuat agar mudah digunakan dan dapat diterapkan dalam jangka panjang.

Baca juga: Kwon Hae-suk Bahas Peran AI dalam Membangun Komunitas Global Inklusif di Korea Youth Summit 2026

Cara Kerja FocusBloom

FocusBloom menggunakan tantangan belajar selama 7 hari. Siswa mencatat target belajar, gangguan yang muncul, durasi fokus, serta strategi yang mereka gunakan.

Kit ini terdiri dari beberapa bagian seperti Study Planner, Focus Detective Cards, Know Your Distractions, Focus Tracker, Focus Buddy, Reflection Journal, Pre-Test, dan Post-Test.

Uji coba dilakukan kepada 38 siswa SMP di Thursina IIBS, Malang selama tujuh hari berturut-turut. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan rata-rata durasi sesi fokus dari 54,6 pada hari pertama menjadi 65,8 pada hari ketujuh. Angka tersebut meningkat sebesar 20,5 persen.

Yang Menarik dari FocusBloom

Selain membantu siswa mengenali distraksi, FocusBloom mendorong mereka menemukan strategi yang sesuai dengan kebutuhannya. Strategi yang paling banyak digunakan adalah mengambil jeda singkat sebesar 24,9 persen, diikuti positive self-talk sebesar 18,2 persen dan belajar di tempat yang bersih serta tenang sebesar 16,7 persen.

Hasil post-test menunjukkan bahwa 97,4 persen siswa merasa tantangan tersebut membantu mereka fokus setidaknya sampai tingkat tertentu. Sebanyak 60,5 persen juga menyatakan ingin melanjutkan kebiasaan yang telah mereka bangun.

FocusBloom sangat menarik untuk diterapkan karena menggunakan pendekatan yang sederhana. Kit ini bersifat low-cost, printable, scalable, dan adaptable sehingga dapat digunakan kembali dalam konteks pembelajaran yang berbeda. Konsep tersebut juga sejalan dengan SDG 4 tentang pendidikan berkualitas.

Baca juga: Pendaftaran Korea Youth Summit 2027 Resmi Dibuka!

Conclusion

Melalui FocusBloom, kelima siswi tersebut menunjukkan bahwa masalah fokus dalam belajar dapat didekati melalui solusi sederhana yang mendorong pembentukan kebiasaan belajar yang lebih baik. Proyek ini menempatkan kemampuan siswa dalam mengenali sumber distraksi dan mengatur respons terhadapnya sebagai bagian penting dari proses belajar. 

Keberhasilan FocusBloom meraih 1st Place Winner High School Category di Korea Youth Summit 2026 menjadi pencapaian bagi tim sekaligus menunjukkan bagaimana gagasan yang berangkat dari masalah sehari-hari dapat dikembangkan menjadi solusi yang dapat diterapkan dalam keseharian.

For more information:
Website: www.youthbreaktheboundaries.com
Media Relations – Youth Break the Boundaries
Email: info@ybbfoundation.com

Hot this week

Topics

spot_img

Related Articles

Popular Categories

spot_imgspot_img