Sunday, October 25, 2026

Japan Youth Summit 2026 Edisi Autumn Perkuat Kolaborasi Pemuda Global melalui Inovasi dan Keberlanjutan di Osaka

Osaka, Japan — Japan Youth Summit (JYS) 2026 Autumn Edition sukses diselenggarakan pada 19–22 Oktober 2026 di Osaka, Jepang. Sebagai seri keempat Japan Youth Summit yang diselenggarakan oleh Youth Break the Boundaries (YBB), program internasional ini mempertemukan delegasi dari lima negara, yaitu Indonesia, India, Malaysia, Georgia, dan Kanada.

Mengusung tema “Beyond Limits: Youth Leading the Next Era of Innovation and Global Stability” dengan tagline “Innovate for Tomorrow”, JYS 2026 mengajak generasi muda mengeksplorasi inovasi dan kolaborasi untuk menjawab tantangan global. Program ini juga menyoroti peran teknologi dan keberlanjutan dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Selama empat hari, para delegasi mengikuti berbagai kegiatan, mulai dari pertukaran budaya dan kunjungan akademik hingga presentasi proyek, simposium internasional, dan malam penganugerahan. Setiap agenda memberikan kesempatan bagi peserta untuk memperluas wawasan, membangun koneksi lintas negara, serta mengembangkan perspektif baru mengenai pembangunan berkelanjutan.

Day 1 – Penyambutan Delegasi Japan Youth Summit 2026

Hari pertama Japan Youth Summit 2026 dimulai dengan penjemputan para delegasi di Kansai International Airport, Osaka. Setelah tiba, peserta diantar menuju Hotel Plaza Osaka, tempat mereka menginap selama rangkaian program berlangsung.

Pada malam hari, para delegasi mengikuti networking session di Uopuku Restaurant. Sesi ini menjadi kesempatan bagi peserta untuk bertemu secara langsung, berkenalan, dan membangun koneksi dengan delegasi dari berbagai negara.

Pertemuan tersebut menjadi langkah awal dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pertukaran perspektif dan kolaborasi. Dengan latar belakang budaya yang beragam, para peserta mulai membangun hubungan yang akan memperkaya pengalaman mereka selama Japan Youth Summit 2026.

Day 2 – Tur Kota dan Kunjungan Universitas

Pada hari kedua, para delegasi mengikuti tur kota dan kunjungan ke sejumlah destinasi akademik, budaya, serta sejarah di Osaka dan sekitarnya. Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk mengenal Jepang secara langsung di luar ruang konferensi.

Agenda dimulai dengan kunjungan ke Kindai University, tempat para delegasi memperoleh gambaran mengenai lingkungan perguruan tinggi dan kehidupan akademik di Jepang. Kunjungan ini juga memperluas perspektif peserta tentang peran pendidikan tinggi dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan masa depan.

Perjalanan kemudian berlanjut ke Katsuoji Temple, kuil Buddha bersejarah yang dikenal dengan boneka daruma sebagai simbol keberuntungan, ketekunan, dan semangat pantang menyerah. Melalui kunjungan ini, peserta berkesempatan mengenal salah satu tradisi budaya Jepang sekaligus memahami nilai-nilai yang melekat di dalamnya.

Destinasi terakhir adalah Osaka Castle, salah satu landmark bersejarah yang memiliki peran penting dalam sejarah Jepang. Kunjungan ini melengkapi pengalaman delegasi dalam mengenal warisan sejarah dan budaya setempat.

Setelah menyelesaikan tur, para peserta menikmati makan malam berupa bento dari Cafe Bintang yang bersertifikat halal. Rangkaian kegiatan hari kedua memberikan pengalaman yang memadukan pembelajaran akademik, eksplorasi sejarah, dan pertukaran budaya.

Day 3 – Konferensi Internasional, Presentasi Proyek, dan Malam Kebudayaan

Presentasi Proyek Kelompok

Dalam sesi presentasi proyek kelompok, para delegasi memaparkan gagasan dan solusi yang telah mereka kembangkan untuk menjawab berbagai tantangan yang berkaitan dengan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan.

Peserta mendapatkan kesempatan untuk menjelaskan pendekatan yang digunakan, menyampaikan gagasan secara terstruktur, serta bertukar perspektif dengan audiens internasional. Sesi ini juga menjadi ruang bagi mereka untuk mengasah kemampuan komunikasi, berpikir kritis, dan kolaborasi.

Sejalan dengan tema JYS 2026, presentasi proyek kelompok menekankan pentingnya peran generasi muda dalam mengembangkan gagasan inovatif yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Melalui proses ini, peserta didorong untuk menghubungkan pengetahuan dengan potensi penerapan solusi di dunia nyata.

Simposium Internasional: Perspektif Global tentang SDGs

Simposium internasional menghadirkan lima pembicara dengan latar belakang akademik, penelitian, komunikasi global, dan inovasi teknologi. Diskusi berfokus pada berbagai tujuan pembangunan berkelanjutan, terutama pendidikan berkualitas, pertumbuhan ekonomi, inovasi, infrastruktur, serta kota dan permukiman berkelanjutan.

Berikut profil singkat para pembicara, institusi, dan fokus SDGs yang berkaitan dengan sesi mereka.

1. Denada Florencia Leona, MD — Dosen di Universitas Andalas, Indonesia, dan Mahasiswa Doktoral di Kyoto University, Jepang

Fokus SDG 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education).

Dr. Denada Florencia Leona merupakan dokter, dosen di Universitas Andalas, dan kandidat doktor di Kyoto University, Jepang. Penelitiannya berfokus pada layanan medis darurat dan perawatan prarumah sakit. Sebagai penerima beasiswa LPDP dan penghargaan di konferensi medis internasional, ia membawa perspektif tentang pentingnya pendidikan, penelitian, dan kontribusi lintas negara.

2. Prof. Sastia Prama Putri, Ph.D. — The University of Osaka, Jepang

Fokus SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi; SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur.

Prof. Sastia Prama Putri merupakan ilmuwan Indonesia dan profesor di Graduate School of Engineering, The University of Osaka. Keahliannya mencakup bioteknologi, biokimia, dan metabolomik, dengan fokus pada inovasi ilmiah dan solusi berkelanjutan. Ia juga mendirikan Wellness by Bright Squad untuk menghubungkan ilmu pengetahuan dengan inovasi dan kewirausahaan.

3. Yudai Katami — Osaka Innovation Hub, Jepang

Fokus SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi; SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur.

Yudai Katami merupakan profesional komunikasi global dan ekosistem startup yang menjabat sebagai Deep Tech Support Team Coordinator di Osaka Innovation Hub. Dengan pengalaman di bidang hubungan masyarakat, robotika, pengembangan bisnis internasional, dan kemitraan lintas negara, ia berfokus pada penguatan hubungan antara startup, investor global, dan ekosistem inovasi.

4. Dr. Prashant Kumar — Center for Integrative Medical Sciences, Yokohama, Jepang

Fokus SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur; SDG 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan.

Dr. Prashant Kumar merupakan ilmuwan riset yang menekuni material magnetik canggih, nanokomposit, dan teknologi untuk aplikasi NMR serta MRI. Dengan pengalaman riset multidisipliner dan puluhan publikasi ilmiah, ia berkontribusi pada pengembangan material dan teknologi yang berpotensi mendukung inovasi serta solusi berkelanjutan.

5. Dr. Sunil Luhar — Bhavira Technologies, Australia

Fokus SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur; SDG 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan.

Dr. Sunil Luhar merupakan ilmuwan, peneliti, dan wirausahawan yang mendirikan Bhavira Technologies di Australia. Keahliannya meliputi elektrokimia, fabrikasi elektroda, pemulihan logam kritis, dan teknologi ekonomi sirkular. Melalui perusahaannya, ia mengembangkan solusi berkelanjutan untuk mengubah limbah menjadi sumber daya yang bernilai.

Kehadiran para pembicara memberikan perspektif yang beragam mengenai hubungan antara pendidikan, penelitian, pertumbuhan ekonomi, dan inovasi. Melalui diskusi ini, para delegasi diajak memahami bahwa pencapaian SDGs membutuhkan kontribusi dari berbagai bidang, didukung oleh pengetahuan, teknologi, dan kolaborasi internasional.

Cultural Night dan Malam Penganugerahan

Setelah mengikuti sesi akademik, para delegasi melanjutkan rangkaian kegiatan dengan cultural night yang menampilkan pertunjukan budaya. Acara ini menjadi ruang untuk merayakan keberagaman sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada komunitas internasional.

Pertunjukan pertama menghadirkan Nusantara Dance Performance oleh SMAN 1 Gresik, yang menampilkan kekayaan seni tari Indonesia. Selanjutnya, MAN 2 Malang turut memeriahkan acara melalui penampilan yang menjadi bagian dari perayaan budaya tersebut.

Setelah pertunjukan, acara dilanjutkan dengan malam penganugerahan sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi, kreativitas, kepemimpinan, dan kontribusi para delegasi selama program berlangsung.

Rangkaian cultural night dan malam penganugerahan menjadi penutup hari yang merayakan dua aspek penting Japan Youth Summit: keberagaman budaya dan potensi generasi muda untuk berkolaborasi serta menghasilkan gagasan inovatif.

Day 4 – Sesi Perpisahan dan Penutupan Program

Hari keempat menandai berakhirnya Japan Youth Summit 2026 Autumn Edition. Sebelum berpisah, para delegasi menuliskan pesan dan kesan mereka selama mengikuti JYS melalui kartu pos (postcard). Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi peserta untuk merefleksikan pengalaman, pembelajaran, dan koneksi yang telah mereka bangun selama berada di Jepang.

Setelah sesi perpisahan, peserta melakukan check-out dari hotel dan mengikuti transfer menuju bandara untuk melanjutkan perjalanan pulang ke negara masing-masing.

Penutup

Japan Youth Summit 2026 Autumn Edition mempertemukan 29 delegasi dari lima negara dalam empat hari yang memadukan eksplorasi budaya, pengalaman akademik, diskusi internasional, dan pengembangan gagasan inovatif.

Muhammad Aldi Subakti, Chairman of Japan Youth Summit 2026, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh delegasi.

“Kami mengapresiasi seluruh delegasi yang telah memberikan komitmen terbaiknya selama Japan Youth Summit 2026. Kami berharap pengalaman dan gagasan yang dikembangkan selama program ini tidak berhenti di Osaka, tetapi terus tumbuh menjadi inisiatif nyata yang membawa manfaat bagi masyarakat.”

Melalui program ini, Youth Break the Boundaries berharap para delegasi dapat membawa pulang wawasan, koneksi, dan semangat kolaborasi untuk mengembangkan gagasan yang berdampak positif bagi masyarakat serta mendukung pembangunan berkelanjutan.

Hot this week

Japan Youth Summit 2026 Autumn Edition Brings Together 29 Delegates from Five Countries in Osaka, Japan

Japan Youth Summit 2026 Autumn Edition Brings Together 29 Delegates from Five Countries in Osaka, Japan

EPFL Summer Research Programme 2027 in Switzerland: Fully Funded Summer Research Opportunity

YBB – Are you an undergraduate student interested in...

UNDP Ocean Innovation Challenge 2026: Apply for Up to $100,000 in Funding

YBB – The United Nations Development Programme (UNDP) has...

Akasha Sales Development Program 2026 Dibuka! Lulusan S1 Semua Jurusan Bisa Daftar

Akasha Sales Development Program 2026 Dibuka!

ASEAN University Network Internship Programme 2027 Is Now Open for Applications!

YBB – Looking for an opportunity to gain international...

Topics

spot_img

Related Articles

Popular Categories

spot_imgspot_img