Istanbul, Turki — Februari 2026 — Youth Break the Boundaries kembali sukses menyelenggarakan Istanbul Youth Summit (IYS) 2026, sebuah program kepemimpinan internasional yang mempertemukan delegasi dari berbagai negara. Program ini tidak hanya menghadirkan pembelajaran akademik, tetapi juga menciptakan ruang kolaborasi global bagi generasi muda untuk berkembang.
Kegiatan berlangsung pada 9–12 Februari 2026 di Golden City Tulip Hotel Avenue, yang berlokasi di Istanbul. Selama program berlangsung, peserta mengikuti sesi kepemimpinan, diskusi interaktif, serta pertukaran budaya bersama para ahli internasional dari berbagai sektor strategis. Oleh karena itu, pengalaman yang didapatkan peserta menjadi lebih komprehensif dan relevan dengan tantangan global saat ini.
Salah satu pembicara utama yang memberikan dampak inspiratif adalah Khadeeja Ather, seorang Multidisciplinary Designer dan People Experience Manager di DigyCorp. Kehadirannya tidak hanya sebagai keynote speaker, tetapi juga sebagai International Social Project Judge yang mendampingi peserta dalam mengembangkan ide proyek sosial mereka.
Profil Profesional: Menggabungkan Desain, Strategi, dan Pengalaman Manusia
Khadeeja dikenal sebagai profesional yang bekerja di persimpangan antara strategi kreatif, pemasaran, dan desain berpusat pada manusia. Ia memiliki latar belakang sebagai industrial designer, yang membentuk pola pikirnya sebagai seorang problem solver dengan pendekatan sistematis.
Menurutnya, inovasi hanya memiliki nilai ketika mampu memberikan dampak nyata bagi kehidupan manusia. Oleh sebab itu, setiap ide harus berangkat dari kebutuhan manusia, bukan sekadar tren atau teknologi semata. Pendekatan ini menjadi salah satu pesan utama yang dibagikan kepada peserta summit.
Selain itu, Khadeeja aktif terlibat dalam berbagai ruang kolaboratif yang mempertemukan individu untuk berpikir, membangun, dan belajar bersama. Ia sering memfasilitasi workshop dan diskusi yang mendorong partisipasi aktif, refleksi mendalam, serta pemecahan masalah secara kolektif.
Ia juga pernah berbicara di berbagai platform internasional seperti Friends of Figma, yang menunjukkan kredibilitasnya dalam dunia desain dan inovasi kreatif. Pengalamannya tersebut memperkuat posisinya sebagai pembicara yang mampu menjembatani teori dan praktik secara nyata.
Pendekatan Interaktif: Latihan Sederhana dengan Makna Mendalam
Pada sesi kedua yang dipandu oleh Khadeeja, peserta mengikuti aktivitas interaktif yang cukup unik. Delegasi diminta menggambar proses membuat roti panggang dalam waktu dua menit. Sekilas, aktivitas ini terlihat sederhana. Namun, latihan tersebut memiliki tujuan mendalam.
Hasil gambar setiap peserta ternyata berbeda-beda. Perbedaan ini menunjukkan bahwa setiap individu memiliki cara berpikir dan pendekatan problem solving yang unik. Dari sini, peserta memahami bahwa inovasi muncul dari keberagaman perspektif, bukan keseragaman.
Melalui aktivitas tersebut, Khadeeja menekankan bahwa pemimpin masa depan harus mampu menghargai perbedaan cara berpikir dalam tim. Dengan demikian, kolaborasi dapat menghasilkan solusi yang lebih kreatif dan efektif.
Memahami Akar Masalah Sebelum Menciptakan Solusi
Selain membahas kreativitas, Khadeeja juga menyoroti pentingnya memahami akar permasalahan sosial sebelum merancang solusi. Ia menjelaskan bahwa banyak proyek gagal karena hanya berfokus pada gejala, bukan penyebab utama masalah.
Peserta diajak untuk mundur sejenak dan melihat ekosistem sosial secara menyeluruh. Mereka diminta mengidentifikasi faktor struktural yang mempengaruhi suatu permasalahan. Pendekatan ini membantu peserta mengembangkan pola pikir kritis dan empati yang lebih kuat.
Menurutnya, empati merupakan fondasi utama inovasi sosial yang berdampak. Tanpa memahami pengalaman manusia secara mendalam, solusi yang dibuat berisiko tidak relevan atau tidak berkelanjutan.
Peran Empati dalam Kepemimpinan Generasi Muda
Khadeeja menegaskan bahwa kepemimpinan modern membutuhkan kombinasi antara logika, kreativitas, dan empati. Generasi muda tidak cukup hanya memiliki ide besar. Mereka juga harus memahami manusia yang akan terdampak oleh ide tersebut.
Ia mendorong peserta untuk membangun kebiasaan mendengarkan secara aktif, memahami perspektif orang lain, dan terbuka terhadap masukan. Oleh karena itu, kepemimpinan tidak lagi bersifat hierarkis, tetapi lebih kolaboratif dan inklusif.
Pendekatan ini sangat relevan dengan tantangan global saat ini, di mana masalah sosial semakin kompleks dan membutuhkan kerja sama lintas disiplin.
Pesan Motivasi: Kesempatan untuk Mengubah Masa Depan
Di akhir sesi, Khadeeja memberikan pesan motivasi yang kuat kepada peserta. Ia mengingatkan bahwa berada di forum internasional seperti Istanbul Youth Summit adalah peluang besar yang tidak semua orang miliki.
Ia mengatakan bahwa peserta tidak boleh merasa tidak cukup baik atau minder. Sebaliknya, pengalaman di summit harus dimanfaatkan sebagai momentum untuk mengubah masa depan. Peserta memiliki kesempatan bertemu banyak orang, memperluas jaringan, serta memperoleh wawasan baru.
Pesan tersebut memberikan dorongan kepercayaan diri bagi peserta untuk terus berkembang setelah program selesai.
Peran sebagai International Social Project Judge
Selain menjadi pembicara, Khadeeja juga berperan sebagai juri proyek sosial internasional. Dalam peran ini, ia membantu peserta mengembangkan ide menjadi solusi yang lebih realistis dan berdampak.
Ia memberikan masukan mengenai strategi implementasi, pendekatan pengguna, serta potensi keberlanjutan proyek. Oleh karena itu, peserta tidak hanya memperoleh teori, tetapi juga arahan praktis untuk mengembangkan inovasi sosial mereka.
Peran ini memperkuat kualitas pembelajaran dalam Istanbul Youth Summit karena peserta mendapatkan mentoring langsung dari profesional internasional.
Baca juga : Mehmet Savur di IYS 2026: Peluang Pendidikan Global dan Diplomasi Akademik untuk Generasi Muda
Kesimpulan
Kehadiran Khadeeja Ather dalam Istanbul Youth Summit 2026 memberikan perspektif baru mengenai hubungan antara kreativitas, empati, dan kepemimpinan. Melalui pendekatan interaktif dan reflektif, peserta belajar bahwa inovasi terbaik selalu berangkat dari pemahaman manusia.
Program yang diselenggarakan Youth Break the Boundaries menunjukkan bahwa generasi muda memiliki potensi besar untuk menciptakan perubahan nyata. Namun, perubahan tersebut membutuhkan kolaborasi, keberanian berpikir berbeda, serta empati yang kuat.
Pada akhirnya, pengalaman di Istanbul Youth Summit menjadi langkah awal bagi kamu untuk berkembang sebagai pemimpin masa depan yang tidak hanya cerdas, tetapi juga peduli terhadap sesama.




