YBB – Banyak orang memilih bekerja di luar negeri karena gaji yang tinggi. Namun demikian, faktor lain seperti keseimbangan hidup juga menjadi pertimbangan penting. Beberapa negara bahkan dikenal memiliki jatah cuti tahunan yang sangat besar dibandingkan negara lain. Oleh karena itu, negara dengan cuti terbanyak sering menjadi tujuan pekerja internasional yang ingin menjaga kualitas hidup.
Selain itu, kebijakan cuti yang panjang biasanya berkaitan dengan budaya kerja yang sehat. Negara-negara tersebut percaya bahwa istirahat cukup dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan karyawan. Pendekatan ini terbukti efektif dalam jangka panjang.
Menurut laporan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), negara dengan jam kerja lebih pendek dan waktu istirahat lebih banyak cenderung memiliki tingkat produktivitas tinggi per jam kerja (OECD, 2023).
Negara dengan Jatah Cuti Tahunan Terbanyak
Beberapa negara berikut dikenal memiliki kebijakan cuti yang sangat menguntungkan bagi pekerja.
1. Prancis
Prancis menawarkan minimal lima minggu cuti tahunan berbayar bagi pekerja penuh waktu. Selain itu, pekerja juga mendapatkan hari libur nasional tambahan setiap tahun. Kebijakan ini menjadikan Prancis salah satu negara dengan work-life balance terbaik di dunia.
Data pemerintah Prancis menunjukkan bahwa perlindungan kesejahteraan pekerja menjadi prioritas utama dalam sistem ketenagakerjaan mereka (French Ministry of Labour, 2022).
2. Jerman
Pekerja di Jerman biasanya mendapatkan sekitar 20 hingga 30 hari cuti tahunan, tergantung perusahaan dan kontrak kerja. Selain itu, terdapat banyak hari libur nasional yang menambah waktu istirahat pekerja.
Jerman juga dikenal memiliki produktivitas tinggi meskipun jam kerja relatif lebih pendek dibandingkan banyak negara lain (Eurostat, 2023).
3. Brasil
Brasil memberikan minimal 30 hari cuti tahunan berbayar setelah satu tahun kerja. Kebijakan ini termasuk salah satu yang paling dermawan di dunia. Selain itu, pekerja juga menerima bonus liburan dalam beberapa sektor pekerjaan.
International Labour Organization menjelaskan bahwa kebijakan cuti panjang dapat meningkatkan kesehatan mental pekerja dan menurunkan tingkat burnout (ILO, 2022).
4. Finlandia
Finlandia menawarkan cuti tahunan sekitar 25 hari atau lebih, tergantung masa kerja. Negara ini juga terkenal dengan tingkat kebahagiaan tinggi dan budaya kerja fleksibel.
World Happiness Report menempatkan Finlandia sebagai salah satu negara paling bahagia di dunia selama beberapa tahun berturut-turut (UN Sustainable Development Solutions Network, 2024).
5. Spanyol
Spanyol memberikan sekitar 30 hari cuti tahunan berbayar ditambah hari libur nasional. Budaya hidup santai dan fokus pada keluarga membuat negara ini menarik bagi pekerja asing.
Laporan European Working Conditions Survey menunjukkan bahwa keseimbangan kerja dan kehidupan pribadi di Spanyol tergolong baik dibandingkan rata-rata Eropa (Eurofound, 2023).
Mengapa Cuti Panjang Penting bagi Karier?
Cuti yang cukup bukan hanya tentang liburan. Sebaliknya, waktu istirahat membantu meningkatkan fokus, kreativitas, dan kesehatan mental. Pekerja yang memiliki keseimbangan hidup baik cenderung lebih produktif dan loyal terhadap perusahaan.
Selain itu, perusahaan juga mendapatkan manfaat dari karyawan yang lebih sehat dan termotivasi. Oleh sebab itu, banyak negara maju mulai memprioritaskan kebijakan kesejahteraan pekerja.
Harvard Business Review menjelaskan bahwa istirahat yang cukup dapat meningkatkan performa kerja dan kemampuan pengambilan keputusan (Harvard Business Review, 2021).
Peluang bagi Pekerja Internasional
Negara dengan cuti panjang sering membuka peluang bagi tenaga kerja asing, terutama di sektor profesional dan teknologi. Oleh karena itu, kandidat internasional memiliki kesempatan untuk mendapatkan karir global sekaligus kualitas hidup yang lebih baik.
Namun demikian, setiap negara memiliki aturan visa kerja yang berbeda. Kandidat perlu memahami persyaratan sebelum melamar pekerjaan di luar negeri.
Situs resmi European Union Immigration Portal menyediakan informasi lengkap mengenai visa kerja di negara Eropa (European Commission, 2024).
Also read : Beasiswa Garuda S1 2026 Resmi Dibuka: Syarat, Jadwal Gelombang 1 dan 2, serta Cara Daftar
Kesimpulan
Negara dengan cuti tahunan terbanyak menunjukkan bahwa kesuksesan ekonomi tidak selalu berarti jam kerja panjang. Prancis, Jerman, Brasil, Finlandia, dan Spanyol membuktikan bahwa keseimbangan hidup dapat berjalan bersama produktivitas tinggi. Oleh karena itu, mempertimbangkan kebijakan cuti dapat menjadi strategi penting saat memilih negara tujuan kerja.
Karier internasional bukan hanya soal pendapatan, tetapi juga kualitas hidup. Dengan memahami kebijakan ketenagakerjaan global, kamu dapat merencanakan masa depan yang lebih seimbang dan berkelanjutan.




