YBB – Persaingan global dalam menarik talenta internasional semakin ketat. Oleh karena itu, banyak negara tidak hanya membuka akses visa kerja, tetapi juga menawarkan insentif finansial bagi pekerja asing. Insentif ini hadir dalam berbagai bentuk, mulai dari potongan pajak hingga dukungan relokasi. Dengan memahami kebijakan ini, calon pekerja internasional dapat mengambil keputusan yang lebih strategis sebelum bekerja di luar negeri.
Italia: Potongan Pajak bagi Pekerja Asing Berketerampilan
Italia menjadi salah satu negara Eropa yang aktif menarik profesional asing. Melalui skema tax relief for inbound workers, pekerja asing dapat memperoleh pengurangan pajak penghasilan hingga 70–90% selama beberapa tahun pertama. Kebijakan ini ditujukan untuk mendorong masuknya tenaga ahli dan meningkatkan daya saing ekonomi nasional. Informasi resmi mengenai program ini dijelaskan oleh Italian Revenue Agency melalui Impatriate Regime. Baca selengkapnya di sini
Portugal: Skema Pajak Khusus bagi Pendatang Baru
Selain Italia, Portugal juga menawarkan insentif menarik melalui program Non-Habitual Resident (NHR). Program ini memungkinkan pekerja asing menikmati tarif pajak yang lebih rendah hingga 10 tahun. Insentif tersebut terutama ditujukan bagi profesi bernilai tambah tinggi. Penjelasan detail mengenai skema NHR dapat ditemukan dalam panduan resmi pemerintah Portugal (portaldasfinancas.gov.pt).
Estonia: Insentif Finansial bagi Profesional Digital
Sementara itu, Estonia dikenal sebagai negara yang ramah bagi pekerja asing berbasis digital. Melalui Digital Nomad Visa, profesional internasional dapat bekerja secara legal dengan sistem pajak yang sederhana dan transparan. Selain itu, Estonia menawarkan ekosistem digital yang efisien, sehingga biaya administrasi menjadi lebih rendah. Kebijakan ini dijelaskan secara resmi melalui platform e-Residency Estonia.
Kanada: Dukungan Finansial Tidak Langsung untuk Pekerja Asing
Berbeda dengan negara Eropa, Kanada lebih fokus pada insentif finansial tidak langsung. Pekerja asing terampil dapat mengakses tunjangan keluarga, kredit pajak, serta bantuan relokasi melalui program imigrasi tertentu. Program seperti Express Entry dan Provincial Nominee Program dirancang untuk menarik talenta global yang dibutuhkan pasar kerja lokal. Informasi ini dipaparkan oleh Immigration, Refugees and Citizenship Canada (canada.ca).
Jerman: Insentif Pajak dan Jaminan Sosial bagi Tenaga Ahli
Di sisi lain, Jerman menawarkan kombinasi insentif finansial dan perlindungan sosial. Pekerja asing, khususnya di sektor teknologi dan kesehatan, dapat menikmati gaji kompetitif serta akses ke sistem jaminan sosial. Selain itu, potongan pajak tertentu dapat diperoleh sesuai status keluarga. Panduan resmi bagi tenaga kerja internasional tersedia melalui portal pemerintah Jerman (make-it-in-germany.com).
Baca juga : Beasiswa Garuda S1 2026 Resmi Dibuka: Syarat, Jadwal Gelombang 1 dan 2, serta Cara Daftar
Mengapa Insentif Finansial Menjadi Faktor Penting?
Insentif finansial membantu mengurangi beban awal relokasi. Selain itu, kebijakan ini meningkatkan daya tarik negara tujuan bagi pekerja asing. Di sisi lain, negara penerima juga memperoleh manfaat berupa peningkatan produktivitas dan transfer keahlian. Dengan demikian, insentif finansial menciptakan hubungan yang saling menguntungkan.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, negara seperti Italia, Portugal, Estonia, Kanada, dan Jerman menunjukkan bahwa insentif finansial efektif dalam menarik pekerja asing. Bentuk insentif yang ditawarkan beragam, mulai dari potongan pajak hingga dukungan sosial. Oleh karena itu, sebelum memilih negara tujuan kerja, kebijakan finansial sebaiknya menjadi salah satu pertimbangan utama.




