Seoul, Korea Selatan – Salah satu momen paling menggugah dan penuh semangat dalam gelaran Korea Youth Summit 2025, yang diselenggarakan oleh Youth Break the Boundaries (YBB), adalah penampilan luar biasa dari delegasi Selandia Baru yang membawakan tarian HAKA. Ditampilkan di hadapan audiens internasional, pertunjukan ini menyampaikan makna mendalam, kebanggaan leluhur, dan kekuatan budaya yang menggema di seluruh ruangan.
Lebih dari Sekadar Tarian: Filosofi di Balik HAKA
HAKA adalah tarian tradisional seremonial dari suku Māori di Aotearoa (Selandia Baru). Meskipun dikenal luas sebagai tarian perang, HAKA memiliki makna yang jauh lebih luas. Tarian ini dilakukan untuk menyambut tamu, merayakan pencapaian, menunjukkan solidaritas, dan menyampaikan emosi yang kuat.
Dengan gerakan yang terkoordinasi, ekspresi wajah yang penuh semangat, dan teriakan berirama, HAKA melambangkan:
- Mana – kebanggaan, martabat, dan kewibawaan
- Wairua – semangat dan jiwa
- Kotahitanga – persatuan dan kebersamaan
- Whakapapa – hubungan leluhur dan identitas
HAKA bukan sekadar ditampilkan—tapi dirasakan. Ia adalah ekspresi spiritual dari jati diri dan warisan budaya.
Gaung dari Pasifik untuk Dunia
Delegasi Selandia Baru, yang terdiri dari para pemuda dari Aotearoa dan Kepulauan Pasifik, menampilkan tarian HAKA di segmen budaya Korea Youth Summit 2025. Pertunjukan tersebut langsung menjadi salah satu sorotan utama summit, mengundang decak kagum dan emosi dari audiens yang berasal dari lebih dari 15 negara.
Para delegasi menyampaikan bahwa penampilan HAKA mereka adalah bentuk representasi bukan hanya dari negara, tetapi juga penghormatan kepada leluhur dan warisan budaya yang sakral.
“Kami ingin semua orang merasakan apa yang kami bawa di dalam diri—kekuatan, kebanggaan, dan identitas kami.”
Ekspresi Budaya yang Menyatukan Dunia
Korea Youth Summit 2025 mengangkat pentingnya keberagaman budaya dan pelestarian warisan lokal. Tarian HAKA mencerminkan semangat itu dengan sempurna. Penampilan ini bukan sekadar hiburan, tapi juga media pewarisan budaya—sebuah pengingat hidup tentang nilai-nilai yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Bagi banyak peserta dan penonton, ini adalah kali pertama menyaksikan HAKA secara langsung. Momen tersebut meninggalkan kesan mendalam, seperti yang disampaikan oleh salah satu peserta:
“Saya pernah melihatnya secara online, tapi melihat langsung membuat saya merinding. Ini salah satu hal terbaik yang pernah saya alami.”
Menjunjung Identitas di Panggung Global
Dengan membawakan HAKA ke Korea Youth Summit, delegasi Selandia Baru menunjukkan bahwa kepemimpinan pemuda tidak hanya soal inovasi dan kebijakan—tetapi juga tentang menghormati asal-usul. Dalam forum yang membahas pembangunan berkelanjutan, HAKA menjadi pengingat bahwa: akar budaya adalah bagian penting dari masa depan kita.
Selamat kepada delegasi Selandia Baru, yang telah menginspirasi dunia dengan semangat budaya dan kebanggaan leluhur yang menggetarkan hati.




