Osaka, Jepang — 15 Oktober 2025 — Youth Break the Boundaries (YBB) resmi menutup Japan Youth Summit 2025, sebuah konferensi pemuda internasional selama empat hari yang menghadirkan 107 pemimpin muda dari 25 negara. Mengangkat tema “Innovate for Tomorrow,” program ini menjadi wadah bagi peserta untuk mempresentasikan ide inovatif, membangun kolaborasi lintas budaya, dan memperluas kapasitas kepemimpinan global mereka.
Diselenggarakan pada 12–15 Oktober 2025, summit ini bukan hanya menampilkan pencapaian para inovator muda, tetapi juga memperkuat nilai persatuan global melalui pertukaran budaya dan eksplorasi isu-isu dunia.
Eksplorasi Budaya dan Sejarah Osaka
Sebagai bagian dari agenda utama, para delegasi melakukan kunjungan budaya ke Osaka Castle dan Osaka Expo Site. Melalui kunjungan ini, Kamu bisa melihat bagaimana Jepang memadukan warisan sejarah dan kemajuan teknologi, sekaligus memahami nilai ketangguhan yang menjadi fondasi perkembangan negara tersebut.
Kegiatan cultural immersion ini dirancang untuk memperluas perspektif pemuda dalam melihat hubungan antara inovasi, sejarah, dan identitas bangsa.
Panggung Inovasi: Presentasi Proyek Berbasis SDGs
Bagian inti dari Japan Youth Summit 2025 adalah Innovation and Technology Project Competition, di mana setiap kelompok peserta mempresentasikan proyek yang terinspirasi dari Sustainable Development Goals (SDGs). Total terdapat lebih dari 12 proyek, masing-masing membawa pendekatan kreatif untuk menjawab tantangan global.
Proyek-proyek ini mencakup empat fokus SDGs, yaitu SDG 4 (Quality Education), SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure), SDG 11 (Sustainable Cities and Communities), dan SDG 13 (Climate Action).
Berikut rangkuman proyek unggulan setiap kelompok:
- MatchED (SDG 4) – Platform berbasis AI yang mempermudah pendaftaran universitas global dan beasiswa dengan bimbingan personal untuk pelajar di seluruh dunia.
Anggota Group 1: Ana Rosado, Gavril Starostin, Murodkosimov Bakhromkhon Ilkhomovich, Nguyen Thi Phuong Nghi, Alina Erkulova, Sil Vennxae O. Necesito, Kyi Cin Shwe, Marc Ruben Claude.
- Language Learning from Zero (SDG 9) – Aplikasi pembelajaran bahasa berbasis sensorik yang memadukan gambar, suara, dan konteks sehingga proses belajar menjadi lebih interaktif.
Anggota Group 2: Kinjal Dave, Nathan Karri, Kalpaang Sen, Pranav Suneja, Stuti Shah, Nor Ashiqeen Jamal-Din.
- Resilient Cities Project (SDG 11) – Inisiatif pengurangan risiko bencana di wilayah urban dengan fokus pada mitigasi kerentanan sistemik.
Anggota Group 3: Bayar-Undral Tsenddorj, Muhammad Dhani Rizqiawan, Lamya Alsalem.
- Plastic Roads Against Climate Change (SDG 13) – Inovasi daur ulang plastik menjadi material jalan ramah lingkungan yang lebih kuat dan tahan lama.
Anggota Group 4: Pratham Singh, Christine Nicole Agbayani.
- Waste to Worth (SDG 13) – Program budidaya maggot menggunakan Black Soldier Fly untuk mengurangi 70% sampah organik di lingkungan urban.
Anggota Group 5 (MAN 2 Kota Malang): Salman Ahmad Farras (Leader), Keisha Farras Aninditya, Al Aqib Hafizh Rahman, Zakiyah Maulidiyah D, Najmii Ardine, Shatara Rafa, Cinta Ghania Anindita, Jalu Akmal Tatag P, Prabaswara Anggara P, Muhammad Akmal Farouq, Arva Shodaqta Khalil.
- Vetric (SDG 9) – Inovasi energi terbarukan berbasis piezoelectric road system untuk menghasilkan listrik sekaligus menekan emisi karbon.
Anggota Group 6 (MAN 2 Kota Malang): Reno Raditya Putra (Leader), Raj Akmalazziyadatillah, Dhafin Radya Prasetyo, Tsamara Qolbi, Aufazzam Tiar Valdan, Muhammad Ibrahim Al Qutby, Aurora Mahesha Putri, Keisya Putri Yustiniarti, Reyhana Zahra Asidha, Ammar Raziq Syarifuddin, Muhammad Rifqy Fawwazi.
- Flashcard-Based Board Game for Quality Education (SDG 4) – Media pembelajaran interaktif untuk meningkatkan literasi di sekolah yang memiliki keterbatasan fasilitas.
Anggota Group 7 (MAN 2 Kota Malang): Fidela Sandrina Syahru Shoumi (Leader), Daniya Azra Khalisha, Davin Athallah Sulistyawan, Alghayts, Giran Naufal Alfarizky, Mohammad Kautsar Zakaria, Muhammad Kahfi Al Fahrezi, Nararya Raid Arkana, Sachiofada Muhammad Mahdafiqhia Ramadhan, Faustine Himawari.
- Alternative Uses of EV Battery with Photosynthetic Mimetic Paint (SDG 11) – Pengembangan pemanfaatan baterai kendaraan listrik dengan teknologi cat biomimetik fotosintesis.
Anggota Group 8 (MAN 2 Kudus): Nabihan Hylmi Fawwaz, Khanza Noor Mayfanny, Luvian Muhammad Farraas Ganesia, Elmyra Prameswari.
- Terrasync (SDG 13) – Game edukasi berbasis Roblox yang dirancang untuk meningkatkan kesadaran iklim dan mendorong aksi lingkungan oleh anak muda.
Anggota Group 9 (Asy Syahid Quranic School): Raniya Alqonitha Iskandar, Fathimah Azka Haniyyah, Abdullah Azzam, Abdurrahman Antasena Adzani, Ammar Yasser Fathullah, Muhammad Alliansyah Maulana, Syafiqa Aulia.
- Luminary (SDG 4) – Sistem pembelajaran berbasis VR untuk mendukung pendidikan anak dengan autism spectrum disorder.
Anggota Group 10 (Asy Syahid Quranic School): Adzka Rafi Nasrullah, Ahmad Hilmi Syafii, Darrel Athaillah, Ikhsanul Walya Yuwono, Fathia Yuha, Nabila Zafirah, Emira Bahjeti.
- BEE4SHINE (SDG 11) – Tempat sampah pintar dengan sensor kelembapan untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan sampah organik.
Anggota Group 11 : M. Hidayatullah Nur Khalid, M. Fatih, M. Rakiya Zaidan, M. Fatheer Azzakwan, Yasmin Alwindani Izzati, Fiona Zahra Anugeraha, Samia Haruka Rabbani.
- Carbon Budgeting App (SDG 13) – Aplikasi AI yang melacak jejak karbon individu dan mengubahnya menjadi aktivitas gamifikasi.
Anggota Group 12 : Dalendra Raldintama Zainuddin, DK Fitri Nur Batrisya Bte Pg Wadood, Sabrina Sandra Camelia Prihatmanti, Muhsine Afife Özcan, Ngọc Mai Nguyễn, Farrukhbek Abdullaev.
- Youth Democracy Education Platform (SDG 4) – Platform pendidikan demokrasi yang membantu siswa memahami peran representasi politik dan pentingnya partisipasi dalam pemilu.
Anggota Group 13 : Swanie Nelson, Terry Nelson, Piu Vea, Leroy Lauvao, Javani Poko, Faititili Salevao, Jordan Nevaeh Nicholas, Deziah Tuakura-Tuileutu, Tarita Mauri, Axana Aiono, Shekinah Fuifui, Charlotte Sililoto, Krystal Simona, Te Aroha Ihaka, Sylvia Talagi, Terangi Parima.
Penjurian dan Mentorship oleh Para Ahli
Presentasi para peserta dinilai oleh panel juri yang terdiri dari:
- Fawad Afridi, Founder Scholarships Corner
- Kyoka Sugahara, Entrepreneur & Marketing Consultant, mantan Unilever Japan
- Ayik Abdillah, PhD Candidate Environmental Engineering dan Chairman PPI Kyoto 2025
Para juri menilai kreativitas, riset, dan kemampuan peserta mengintegrasikan teknologi dengan solusi berkelanjutan. Mereka memberikan apresiasi tinggi terhadap kesiapan pemuda dalam merespon isu dunia melalui inovasi.
Suara dari Japan Youth Summit 2025
Muhammad Aldi Subakti, Chairman of Japan Youth Summit 2025, menyampaikan bahwa program ini menunjukkan bagaimana pemuda mampu mengubah visi menjadi aksi nyata.
“Dari quality education hingga climate action, ide-ide ini membuktikan bahwa masa depan adalah milik mereka yang berinovasi dengan tujuan,” ujarnya.Sementara Kyoka Sugahara, salah satu pembicara, menambahkan:
“Rasanya seperti kembali kuliah. Saya satu-satunya orang Jepang di ruangan yang penuh dengan pemuda brilian dari seluruh dunia, dan itu pengalaman luar biasa.”
Tentang Youth Break the Boundaries (YBB)
Youth Break the Boundaries adalah organisasi pemuda global yang berfokus pada pengembangan kepemimpinan melalui program internasional, konferensi pemuda, dan inisiatif beasiswa. YBB telah menyelenggarakan berbagai event global seperti:
- Istanbul Youth Summit
- Korea Youth Summit
- Japan Youth Summit
- World Youth Festival
Organisasi ini berkomitmen memperkuat kolaborasi lintas budaya dan memberikan ruang bagi pemuda untuk menjadi pemimpin perubahan
Informasi Lebih Lanjut
Youth Break the Boundaries (YBB Foundation)
Email: info@ybbfoundation.com
Website: youthbreaktheboundaries.com
Platforms: youthbreaktheboundaries.carrd.co
Lokasi: Yogyakarta, Indonesia




