Seoul, Korea Selatan – Korea Youth Summit 2025, yang diadakan oleh Youth Break the Boundaries (YBB), sukses menghimpun pemuda dari berbagai negara untuk menjalin kolaborasi lintas budaya dan berdiskusi soal peran generasi muda dalam pembangunan global. Salah satu pembicara utama yang tampil memukau adalah Jihye Lee, profesional muda asal Korea Selatan yang dikenal akan kiprahnya dalam kerja sama internasional, solidaritas budaya, dan reformasi pendidikan.
Dengan pengalaman di berbagai institusi bergengsi seperti UNESCO, Olimpiade Musim Dingin PyeongChang, hingga Yonsei University, Jihye menyampaikan sesi bertema “Kerja Sama Budaya dan Solidaritas yang Dipimpin Pemuda”—mengangkat pentingnya partisipasi generasi muda dalam mengatasi kesenjangan global dan mempromosikan nilai-nilai budaya bersama.
Latar Belakang Akademik dan Lintas Budaya
Jihye saat ini menempuh studi Magister International Studies di Seoul National University. Sebelumnya, ia menyelesaikan studi Sarjana di Yonsei University – East Asia International College dengan fokus pada politik dan budaya Asia.
Pendidikannya yang dimulai dari Wells International School di Bangkok, Thailand, juga membentuk keterampilan lintas budayanya yang kuat.
Jejak Karier Global: UNESCO, Olimpiade, dan Inovasi Sosial
Beberapa pencapaian profesional Jihye yang menonjol meliputi:
- Programme Specialist – UNESCO KNCU (2024)
Mengoordinasikan forum internasional dengan lebih dari 3.400 peserta dari 90 negara, mengelola anggaran $1,38 juta, serta menyusun program rekrutmen pemuda yang adil dan berkelanjutan. - Sektor Pendidikan – Yonsei University & RS Severance
Mengoptimalkan sistem akademik untuk 8.000+ mahasiswa, mengelola pendanaan beasiswa nasional, dan menjadi tuan rumah bagi tamu diplomatik tingkat tinggi, termasuk Duta Besar Denmark. - PyeongChang Winter Olympics 2018
Sebagai Manajer Pusat, ia bertanggung jawab atas logistik, koordinasi media, dan diplomasi VIP untuk 15 tim nasional, termasuk Korea Utara. - Proyek Pariwisata dan Kesehatan Berkelanjutan
Di KTO dan NHIS, Jihye memimpin pengembangan pariwisata berkelanjutan serta berkontribusi pada reformasi keuangan kesehatan, termasuk gugatan terhadap perusahaan tembakau terbesar di Korea.
Refleksi dan Pesan untuk Generasi Muda
Menanggapi pengalamannya di summit, Jihye menyampaikan:
“Ini adalah pengalaman yang luar biasa karena saya melihat banyak anak muda dari berbagai negara datang dan menyampaikan gagasan mereka tentang SDG. Mulai dari siswa SMA hingga mahasiswa, saya benar-benar terkesan dengan semangat dan komitmen mereka.”
Saat ditanya tentang pesan bagi generasi muda, ia berkata:
“Saya rasa anak muda sekarang sudah sangat bekerja keras, jadi mungkin mereka tidak perlu terlalu banyak nasihat. Tapi menurut saya, penting untuk mengenal budaya sendiri terlebih dahulu sebelum mencoba mengesankan orang lain. Kadang orang tertarik dengan budaya kita, tapi kalau kita sendiri tidak paham, kita malah menampilkan sesuatu yang bukan dari negara kita. Jadi penting untuk punya pemahaman akan budaya kita sendiri.”
Pemuda Sebagai Penggerak Kolaborasi Budaya Global
Kehadiran Jihye Lee di Korea Youth Summit 2025 menggarisbawahi peran pemuda sebagai katalisator perubahan melalui kerja sama budaya dan dialog lintas negara. Ia membuktikan bahwa pengalaman profesional, pendidikan lintas budaya, dan semangat inklusif dapat menjadi kekuatan nyata dalam memperkuat solidaritas global.




